Memahami Kalam Nahwu

Macam-macam Isim Ma’rifat
Juni 15, 2021
perbedaan nahwu shorof
Perbedaan Ilmu Nahwu dan Shorof
Agustus 3, 2021

Setiap orang yang hendak mempelajari Bahasa Arab terkhusus cabang ilmunya yaitu Nahwu maka pasti pernah mendengar istilah kalam. Berikut akan kami ulas pengertian kalam, pembagian kalam, syarat-syarat kalam dan contoh-contoh kalam.

Pengertian Kalam

Kalam ialah suatu ucapan atau lafadz tersusun yang diucapkan secara sadar oleh pembicara kepada pendengar (yang diajak bicara) sehingga si pendengar (yang diajak bicara) dapat memahami tujuan dari lafadz tersebut.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa kalam merupakan susunan beberapa lafadz yang terbentuk secara tersusun dan memiliki makna, pengucapan atau pembuatan lafadz pada kalam sendiri dilakukan secara sadar oleh pembicara atau pembuat lafadz tersebut. Maka dari itu, syarat dari kalam ialan ucapan/lafadz, tersusun, bermakna (memiliki makna) dan dibuat atau diucapkan oleh si pembicara atau penulis secara sadar.

Kalam diucapkan atau dilafadzkan yaitu suara yang melengkapi atas sebagian dari huruf hijaiyah dalam bahasa Arab atau secara kadah yaitu :”Suara yang melengkapi atas sebagian huruf hijaiyah”. Kalam disusun menggunakan minimal dua kalimat dan diperbolehkan disusun dengan dua, tiga dan jumlah kalimat yang lebih banyak.

Kalam harus dapat memberikan faidah atau manfaat secara sempurna sehingga pembicara dapat berbicara atau memberikan kalimat kepada pendengar secara jelas. Pada saat si pembicara memberikan kalimat maka si pendengar disarankan untuk diam dan mendengarkan.

Syarat-syarat Kalam

Secara umum, berdasarkan kaidah yang tertuang dalam beberapa kitab nahwu karangan para ulama, maka terdapat kurang lebih ada 4 syarat kalam, yaitu :

  • Berbahasa Arab
  • Diucapkan atau dilafadzkan
  • Disusun
  • Dipahami

Pembagian Kalam

Kalam dapat dibagi menjadi tiga yaitu : Isim, fi’il dan harfun. Berikut penjelasan mengenai pembagian kalam dalam bahasa Arab yaitu :

  1. Isim

Isim merupakan setiap kata yang menunjukkan pada jenis benda, baik berupa nama benda, nama orang, gelar, kota, negara, binatang dan sebagainya. Isim memiliki ciri-ciri yaitu bertanwin (memiliki harokat tanwin), dimasuki oleh alif lam dan berharokat kasrah (khafadh).

Baca juga : Isim Ma’rifat

  1. Fi’il

Fi’il merupakan setiap kata dalam Bahasa Arab yang menunjukkan suatu pekerjaan pada waktu tertentu, misalnya lampau, sekarang atau akan datang. Dalam bahasa Arab sendiri, fi’il dikenal dengan kata kerja tetapi pengertian fi’il dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab berbeda karena terdapat sedikit perbedaan antara keduanya. Fi’il memiliki ciri-ciri yaitu terdapat huruf alif di awal kata, huruf nun di awal kata, huruf ya’ di awal kata dan huruf ta’ di awal kata..

  1. Harfun

Harfun merupakan huruf dalam bahasa Arab ialah suatu kata yang menunjukkan pada arti tertentu apabila kata tersebut disandingkan dengan kata yang lainnya. Huruf harus disandingkan dengan kata yang lainnya sehingga membentuk kalimat agar dapat dipahami dan dimengerti maksudnya.

TELEPHONE